TikTok vs Reels: Apa Bedanya Strateginya?

Banyak kreator yang mikir: "Yaudah lah, upload di TikTok, terus download (hapus watermark), upload lagi ke Reels."
Boleh aja sih. Tapi kalau mau hasil maksimal, kamu perlu tau beda psikologi audiensnya.
1. TikTok: Raw & Authentic
Di TikTok, video yang terlalu "rapi" atau kelihatan kayak iklan TV malah sering di-skip.
- Vibe: Apa adanya, kadang background berantakan gak masalah.
- Musik: Sangat bergantung pada trending sound.
- Caption: Pendek aja, orang jarang baca caption panjang.
2. Instagram Reels: Aesthetic & Polished
Instagram masih memegang teguh nilai estetika.
- Vibe: Visual harus enak dilihat. Lighting bagus itu wajib.
- Cover: Penting banget karena bakal ngerusak feed kalau jelek.
- Caption: Bisa jadi tempat micro-blogging. Orang Instagram lebih tahan baca caption panjang.
Strategi Cross-Platform
Kalau kamu pakai SkripIn, kamu bisa sesuaikan Tone scriptnya.
- Buat TikTok: Pilih tone Excited, Funny, atau Casual.
- Buat Reels: Pilih tone Professional, Inspiring, atau Educational.
Intinya kontennya bisa sama, tapi penyampaiannya disesuaikan dikit biar pas sama "kultur" platformnya.



