Micro-Storytelling: Cara Cerita Seru Cuma dalam 60 Detik

Manusia itu makhluk pencerita. Dari zaman batu sampai zaman TikTok, kita selalu suka dengerin cerita. Beda media, beda teknik. Di YouTube kamu bisa cerita 20 menit. Di TikTok? Kamu cuma punya 60 detik.
Inilah seni Micro-Storytelling.
Struktur Cerita 3 Babak (Versi Kilat)
Babak 1: The Inciting Incident (Detik 0-10)
Kejadian apa yang memulai semuanya? Langsung to the point.
"Hari ini adalah hari terburuk dalam karir gue. Gue baru aja dipecat." (Boom! Penonton langsung kepo).
Babak 2: The Struggle / Conflict (Detik 10-45)
Apa usaha kamu dan apa halangannya?
"Gue bingung mau bayar kosan pake apa. Gue ngelamar ke 10 PT, semuanya nolak. Rasanya pengen nyerah dan pulang kampung aja."
Babak 3: The Resolution / Pesan Moral (Detik 45-60)
Gimana akhirnya? Dan apa pelajaran buat penonton?
"Tapi satu telpon sore tadi ngerubah segalanya... Ternyata gue diterima di perusahaan impian gue. Pelajarannya? Rejeki gak bakal ketuker selama kita gak berhenti berusaha."
Kunci Utama: Buang Basa-Basi
Lupakan "Hai guys welcome back to my channel". Itu cuma buang durasi. Langsung masuk ke daging ceritanya.
Mau latih skill storytelling? Coba fitur "Story/Vlog" di SkripIn. AI akan bantu menstrukturkan cerita keseharian kamu jadi naskah film pendek yang dramatis!



